Rokok naik.. CK tetap Harga Bertahan

Yo wis...gak papa kalau harga rokok filter milik asing jadi naik 50 rb asal rokok kretek milik pribumi (waminha CK) tidak naik segitu. Jadi 15 rb okelah. Sehingga perokok pada beralih ke rokok kretek CK

Ini salah satu harapan dari penikmat Rokok CK termasuk saya. hehe
dan itulah kabar baiknya.. kerena rokok CK adalah karya tangan Anak Indonesia

Bahaya Tembakau dibesar-besarkan

“Mitos-mitos kesehatan telah diciptakan. Bahaya tembakau dibesar-besarkan. Semuanya bukan dalam kerangka kejujuran ilmiah, melainkan atas nama kepentingan. Maka, tak banyak yang mau membuka mata bahwa partikel asap rokok bisa diolah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan." (dr. Saraswati, MPsi, peneliti pada Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas, Malang)

Propaganda dan doktrin sesat dari Barat yang terus menerus soal bahaya rokok akhirnya membuahkan hasil. Kita pun jadi benci rokok (tembakau). Bahkan kaum bergamis yang Anti-Barat pun percaya dengan ilmu kesehatan dari Barat, sampai memfatwa rokok haram.

Propaganda yang bertujuan untuk menghancurkan komiditi tembakau. Karena kualitas tembakau Indonesia joss gandoss. Intinya jangan sampai negeri ini lebih besar, maju dari Barat. Nggak cuman tembakau, banyak yang diisukan nggak sehat oleh Barat.

Apesnya kita percaya begitu saja bualan orang Barat. Segala daya upaya dilakukan pemerintah agar rakyat tidak merokok. Salah satunya dengan ditakut-takuti gambar paru-paru bosok di bungkusnya plus tulisan "Rokok Membunuhmu".

Dan sekarang pemerintah sudah putus asa, "Mbokneancok arek-arek iku, tetep ngerokok ae." Akhirnya harga rokok dibikin fantastis, agar tak terbeli (tapi tenang saja, tetap akan dibeli).

Ketika perusahaan rokok mulai goyah, produksi menurun, PHK besar-besaran, dan lainnya, Phillip Morris siap bla bla bla bla bla...pikiren dewe.

***
Tak banyak yang tahu kalau rokok kretek (di Kudus, Jateng) hadir sebagai penyembuhan. Bahkan rokok pada massa itu dijual di toko obat. Terdapat tulisan di belakang kemasannya : “Kalau Anda batoek dan isep ini rokok, maka batoek Anda akan semboeh.”

Adalah Hadji Jamhari, pria Kudus yang kala itu (awal tahun 1880-an) menderita sesak nafas sejak lama. Tiap kali serangan sesak napasnya kambuh, ia gulung kuming saking menderitanya.

Untuk mengobati penyakitnya ia mencoba memakai minyak cengkeh, digosokkan di bagian dada dan punggungnya. Ternyata ia merasa baikan, tapi belum sembuh sama sekali.

Selanjutnya ia mencoba mengunyah cengkeh. Hasilnya jauh lebih baik. Sampai kemudian terlintas dalam pikirannya untuk memakai rempah-rempah ini sebagai obat.

Caranya sangat sederhana. Cengkeh dirajang halus, kemudian dicampurkan pada tembakau dan dipakai untuk merokok. Dengan cara ini ia bisa menghisap asapnya sampai masuk ke dalam paru-paru.

Hasilnya benar-benar di luar dugaan. Penyakit dadanya menjadi sembuh. Alhamdulillah puji Tuhan..

Cara pengobatan a la Jamhari pun terkenal di seantero penjuru tempat tinggalnya. Teman-teman, sanak famili, tonggo-tonggone, pasukan bodrek, beramai-ramai minta rokok mujarab Jamhari.

Hasilnya, oh yessss oh no oh mai got! Mereka merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa.

Sejak saat itulah rokok kretek populer di masyarakat Kudus. Permintaan pun berdatangan. Akhirnya Jamhari memproduksinya secara massal...

Minyak cengkeh memang telah lama dikenal sebagai penghilang rasa sakit. Tembakau sendiri memiliki manfaat untuk melonggarkan pernapasan. Tapi karena kita ditakut-takuti tembakau, lebih percaya pada ilmu kesehatan Barat, akhirnya kita tinggalkan ilmu kesehatan asli negeri sendiri.

Jadi jangan percaya begitu saja kalau rokok tidak sehat, yang tidak sehat itu cara merokokmu dan tidak merokokmu (bahaya perokok pasif itu juga bullshit!).

Wis ngene ae, percoyo karepmu, gak percoyo urusanmu. Saya sendiri bukan perokok, tidak jualan rokok dan tidak dibayar untuk menulis ini.

Kisah di atas cuman secuil cuplikan dari buku "Membunuh Indonesia", donlot di sini PDF-nya https://www.facebook.com/permalink.php?id=397028267123650&story_fbid=418338214992655

***
Ingat pesan Bung Karno : 
“Penjajah tidak akan punah dan tidak sudi enyah dari muka bumi Indonesia ini, meskipun pada tanggal 17 Agustus 1945 telah kita proklamasikan kemerdekaan Indonesia!”

MERDEKA ITU MITOS!

(Roby Gandamana)

ROKOK MERUGIKAN KESEHATAN & BOROS ?

Sudah sejak lama, Indonesia dilanda problematika di dunia rokok dan perokok. Apalagi muncul isu akan adanya kenaikan harga rokok sampai dengan 50ribu perbungkus. Yang disampaikan oleh Pakar Kesehatan, Lembaga Kesehatan Universitas Indonesia. Sebelum muncul isu kenaikan harga, yang menjadi polemik sejak lama adalah, dasari oleh dua masalah yang selalu digembar gemborkan menjadi penyebab kerugiannya yaitu:
1. Rokok sebagai penyebab rusaknya kesehatan.
2. Merokok merupakan perilaku pemborosan dari segi perekonomian konsumen.

Sampai saat ini belum pernah ada solusi yg tepat dari pihak manapun. Termasuk pemerintah untuk menyelamatkan perokok dari bahaya rokok serta pemborosan anggaran belanja rumah tangga tersebut. Padahal teriakan para #ANTIROKOK serta aturan Pemerintah sudah berlangsung lama sekali. Mulai dari MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN sampai dengan saat ini menjadi PERINGATAN PEMERINTAH: MEROKOK MEMBUNUHMU. Dan yang semakin menggelikan bagi perokok, muncul iklan terbaru yaitu: MEROKOK MEMBUNUHMU HIDUP HIDUP.

Berbeda pernyataan serta sikap pemerintah dan kelompok-kelompok tertentu itu dengan beliau-beliu pakar Tembakau. ( Lihat paparan Prof. Sutiman, Prof. SUbiakto dan Ibu Desak N Siksya bahwa Tembakau Untuk Kehidupan Manusia disini https://youtu.be/7dr9NunkwQE )

Semakin menjadi blunder tatkala memperhatikan efek apabila rokok di hentikan keberadaannya justru akan menimbulkan dampak sosial ekonomi yg lebih besar bagi rakyat dan negara.Karena terbukti hasil pajak dari rokok ini menduduki peringkat 2 terbesar setelah MIGAS.
Walaupun sudah mulai banyak masyarakat menyadari banyak tekanan dari pihak tertentu dalam hal ini. Mari sikapi dengan bijak.

"Kalau memang kualitas tembakau jelek, mari gunakan beberapa persen hasil dari pajak rokok tersebut untuk mengelola serta meningkatkan kualitas tembakau Indonesia, bukan malah mendatangkan (import) tembakau asing" ( Gus Candra Malik, di NET.TV )

“Saya pernah sampaikan, bener enggak mau tembakau? Kalau enggak mau, tutup saja seluruh pabrik rokok. Yang punya itu orang paling sugih (kaya) se-Indonesia, bayar pajaknya juga ya duwur (tinggi),” kata Ganjar di depan ribuan petani tembakau di lereng Gunung Sindoro, Temanggung, Selasa (4/5/2016) sore.

"Tembakau itu kehidupannya orang Jawa Timur, kenapa harus diatur-atur LSM asing? Silakan mereka mengurus rumah tangganya sendiri," kata Soekarwo, Kamis (2/6/2016).

"..Tembakau di Indonesia ini adalah permainan para #KARTEL asing.." Bapak Sukarwo, Gubernur Jawa Timur di IQE 2014. ( Bisa anda lihat disinihttps://youtu.be/W8d0pddUON8 )

Kisah kretek bermula dari kota Kudus. Tak jelas memang asal usul yang akurat tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkeh. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkeh dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.[https://id.wikipedia.org/wiki/Kretek#Sejarah]

Seiring perkembangannya kretek berkembang, tidak hanya dari tembakau dan cengkeh atau rempah-rempah saja. Mulai tahun 1970 mulailah bangsa asing memasuki bisnis kretek menjadi perusahaan rokok dengan saus dari bahan kimia karena tuntutan persaingan dan ekonomis. Sudah tidak memperdulikan manfaat kesehatannya, seperti yang dibangun oleh Haji Djamhari di akhir abad 19 tersebut.

"Solusi yag tepat adalah bagaimana agar perokok tetap bisa merokok, namun tidak terkena resiko rusaknya kesehatan. Dan perokok tetap bisa merokok tanpa harus bermasalah dengan keuangan. Bukan tidak mungkin semua itu bisa dilakukan. Kami telah memulai semua itu, berapa perokok kami yag justru meningkat kesehatannya serta meningkat pula keuangannya. Kami bertanggung jawab atas apa yg kami tawarkan. Dan kami siap menyumbangkan karya demi Indonesia Menuju Sejahtera. Salam Sehat Salam Sejahtera". ( Tedy Indratmoko; CK Manajemen)

Apakah akan kita salahkan Tembakaunya, sebagai salah satu ciptaan-NYA. Sudah sepantasnya manusia Indonesia berterima kasih akan karunia Ilahi akan Tembakau, Rempah, Garam, Gula, Kelapa dan sebagainya. Garam, Gula dan Minyak Kelapa sudah menjadi korban #permainan Kebijakan tak bertanggungjawab, pesanan #Asing. Jangan sampai terjadi juga di Tembakau atau komoditas alam Indonesia. Mari kita cari solusinya bukan berkutat pada permasalahan yang akan menimbulkan efek negatif atas kemaslahatan serta kerukunan rakyat Indonesia. Mari bersama-sama#merdeka sesungguhnya bangsa Indonesia. ( CK MEDIA;

CK Manajement bagi-Bagi Hewan Qurban di Hari Raya Idhul Adha 1437 H

Alhamdulillah pada Hari raya idhul Adha Tahun 2016 CK Manajement bisa berbagi kebahagiaan dengan sesama member CK Nusantara untuk Memotong Hewan Qurban.





MARCK...

Jaya dan Sukses Selalu Rokok Rempah CigarsKruie