Asing Jual Cerutu Boleh, Kok Kretek Indonesia Tak Boleh?

Jakarta - Ahok geram dengan kampanye antirokok. Aktivis penolak rencana pameran mesin rokok kena murka di Balai Kota. Ahok merasa ada ketidakadilan pihak asing dalam menyikapi industri tembakau di Indonesia.

"Tembakau cerutu boleh, asing jual cerutu begitu hebat. Kretek khas Indonesia kok kamu bilang enggak boleh? Yang penting, batasi saja perokok pasif. Tugas saya itu mengadministrasi keadilan sosial," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Ahok menduga kampanye antirokok didalangi oleh perusahaan farmasi yang menggencarkan rokok sintetis. Padahal menurut Ahok, rokok sintetis juga belum bisa dipastikan lebih sehat dibanding rokok tembakau.

"Saya bisa menduga seperti itu. Sekarang rokok sintetis yang dibikin dari farmasi luar negeri, asing-asing, mau menggantikan rokok. Kamu tahu enggak ada penyakit atau tidak pada 20-30 tahun kemudian?" kata Ahok.

Ahok menegaskan, dirinya bukanlah perokok termasuk keluarganya juga bukan perokok. Bahkan Ahok tak tahan dengan asap rokok. Sikap tidak setujunya juga bukan dipengaruhi pengusaha tembakau.

"Keluarga saya enggak ada bisnis rokok, enggak ada bisnis tembakau, enggak ada," ujar Ahok.

Aktivis antirokok juga dituntutnya untuk memikirkan akibat ekonomi bila rokok dilarang. Nasib petani tembakau juga harus dipikirkan masak-masak bila pihak-pihak tersebut menuntut pelarangan rokok.

"Petani tembakau kita bagaimana? Yang bekerja di pabrik rokok bagaimana?" kata Ahok.

Menolak Aktivis Penolak Pameran Mesin Rokok

Rencananya, akan ada pameran mesin rokok internasional atau World Tobacco Process and Machinery (WTPM) pada 27 hingga 28 April 2016. Ahok tak mau memenuhi tuntutan aktivis yang datang kepadanya untuk melarang penyelenggaraan pameran itu. Toh, gedung pameran yang entah akan dipilih di mana itu juga bukan punya Ahok pribadi.

"Kalau Anda enggak suka asap mobil, berarti enggak boleh pameran mobil nanti? Asing enggak usah terlalu memengaruhi anak-anak muda ini, yang rokok enggak boleh segala macam," kata Ahok.

Ahok memang tak setuju untuk melarang pameran itu. Tapi Ahok tetap menegakkan regulasi Pergub Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan, Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok. 

"Tapi kalau Anda bilang melarang iklan rokok seluruh Jakarta, oh saya larang. Saya ketat itu. Kamu merokok dalam ruangan, saya larang. Saya mau bikin seluruh Jakarta, bus kita semua enggak boleh merokok. Kalau kamu merokok, semua saya sikat," kata Ahok.

Ahok menyatakan bisa saja melarang pameran mesin rokok. Namun syaratnya, harus ada landasan hukum yang menyatakan rokok adalah barang terlarang.

"Kecuali Anda melarang rokok di seluruh dunia. Keluarkan resolusi PBB, bahwa rokok di seluruh dunia dilarang seperti morfin! Bikin!" kata Ahok kepada aktivis dan wartawati asing.

Aktivis Penolak Pameran Mesin Rokok Kecewa

Aktivis penolak rencana pameran mesin rokok kecewa mendapati sikap Ahok yang tak simpatik menerima aspirasinya. Penggagas penolak rencana pameran itu di change.org, yakni Yosef Rabindanata menyatakan kelompoknya juga berasal dari lintas universitas.

"Sangat kecewa. Karena sebelumnya Ahok bilang mendukung kawasan tanpa rokok dan melindungi perokok pasif. Tapi dia tidak menolak pameran mesin rokok, bahwa ada pameran mesin rokok juga berpotensi menggantikan petani," kata Yosef.

(dnu/Hbb)
Sumber : http://news.detik.com/berita/3182005/ahok-asing-jual-cerutu-boleh-kok-kretek-indonesia-tak-boleh

1 komentar:

Post a Comment