TAR dan NIKOTIN pada Rokok Berbahaya ??

Begitu kita mendengar kata Nikotin dan tar, yang muncul di kepala kita adalah yang pertama adalah rokok dan yang kedua adalah merokok membunuhmu. Hampir seluruh masyarakat Indonesia, bahkan dunia sudah seperti momok atau pikiran negatif yang muncul. Pada dasarnya hanya ketidak tahuan kita semua saja yang mendasari.

Oke, mari kita mulai mengenal lebih dekat apa itu Nikotin dan Tar tersebut. Nikotin dan Tar memang merupakan zat yang terkandung dalam rokok, namun tahukah anda bahwa nikotin juga terdapat pada tanaman yang biasa kita konsumsi sehar-hari bahkan?


Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang secara alami dihasilkan pada berbagai macam tumbuhan, terutama pada suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat. Pada umumnya nikotin terdiri dari karbon, hidrogen, nitrogen dan terkadang juga oksigen. Senyawa kimia alkaloid ini memiliki efek kuat dan bersifat stimulant terhadap tubuh manusia. Contoh lain dari senyawa alkaloid ini misalnya, kafein yang juga memiliki efek stimultan pada tubuh.

Selain pada tembakau, nikotin juga terdapat pada beberapa sayuran yang biasa bahkan sering kita konsumsi sehari-hari, berikut ini beberapa tanaman yang mengandung nikotin dan kadarnya:

Kembang Kol 3,8 gram/perbuah
Terong 100 gram/perbuah
Kentang 15,3 gram/perbuah
Kulit Kentang 4,8 gram/perbuah
Tomat Mentah 42,8 gram/perbuah
Tomat Matang 4,1 gram/perbuah
Daun Tembakau 4 % per 100 gram

U.S. Congress pada tahun 1990 menyatakan, nikotin membuat tubuh merasa relaks, lebih energik dan bersemangat, atau bahkan sebaliknya. Efek ini biasanya dikenal sebagai biphase effect. Nikotin akan diserap tubuh (darah), diringi dengan pelepasan adrenalin dan penghambatan beberapa hormon. Disamping itu, nikotin juga merangsang otak dengan membuat zat endorphin lebih banyak dari keadaan normal. Struktur kimia endorphin hampir sama dengan obat penghilang rasa sakit seperti morphine.

Efek tersebut tak hanya timbul dari rokok atau tembakau namun bisa juga dari tanaman lain yang mengandung nikotin. Hal ini tergantung pada seberapa banyak kadar nikotin yang diserap oleh tubuh. Pada kasus rokok, nikotin juga akan terlepas setelah proses pembakaran sehingga asap rokok pun masih mengandung nikotin yang bisa terhisap.

Sedangkan, Tar adalah senyawa kimia dan kumpulan bahan kimia yang akan beredar dalam asap hasil pembakaran. Bentuk asli tar adalah cairan yang warnanya kecokelatan. Kebanyakan tar dihasilkan dari batubara. Namun, bisa juga dari minyak bumi, gambut, dan kayu. Dalam hal ini, Tar juga dihasilkan beberapa jenis bahan konsumsi, seperti Sate atau Ayam bakar. Sebagai makanan yang tersedia akibat proses pembakaran, Sate, Ayam Bakar, maupun olahan lain yang dibakar tentu mengandung Tar dengan kadar yang beragam. Karena itu, masyarakat Indonesia kerap menyajikan olahan makanan bakar dengan acar atau lalapan.

Masyarakat Indonesia telah mengenal kebiasaan ini sejak lama. Acar maupun lalapan biasa disajikan untuk makanan dengan faktor resiko penyakit yang cukup tinggi. Ini membuktikan masyarakat Indonesia secara adaptif mampu mengurangi faktor resiko dari makanan-makanan enak agar tetap bisa disantap.
Hal ini juga ditemukan pada rokok kretek. Kretek sebagai rokok yang khas Indonesia juga menggunakan cengkeh sebagai campuran bahan baku. Tentu perlu diketahui jika cengkeh memiliki manfaat untuk kesehatan. Karena itu, cengkeh menjadi semacam lalapan bagi sajian rokok. Saat menjalani kehidupan, nikotin dan tar memang jadi senyawa yang tidak bisa kita hindari. Terutama nikotin karena merupakan zat alami yang ada pada tanaman. Perlu bijak menanggapi zat-zat yang dapat menjadi faktor risiko pada tubuh ini, jika memang tak mungkin dihindari konsumsilah secara bijak. Pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, bukan?

Nikotin dan Tar dikalangan perokok mungkin hanya sekedar label tertempel di bungkus rokok atau kretek. Seperti pembahasan, kami akan tambahkan beberapa informasi mendasar tentang bagaimana tulisan angka Tar dan Nikotin di bungkus rokok atau kretek dihasilkan. Kami berhasil menemui Kepala UPT PSMB Lembaga Jember; Ibu Desak Siksyawati saat Expo Jember 2016, di kantor beliau. PSMB Lembaga Tembakau Jember selain memiliki Museum Tembakau yang sudah anda kenal, ternyata memiliki Laboratorium yang terakreditasi SNI dan KAN. Hal inilah yang membuat kami diajak berkeliling untuk mengetahui langsung bagaimana proses Tar dan Nikotin tersebut dihasilkan. Perjalanan kami nanti bisa anda saksikan di video yang kami published di bagian bawah.

Dari paparan serta penjelasan langsung beliau dan beberapa ahli laboratorium di Lab PSMB Lembaga Tembakau Jember itu, bahwa tulisan yang terdapat di bungkus rokok/kretek tersebut dihasilkan dari proses penelitian sejumlah 20 batang rokok/kretek dengan serangkaian proses laboratorium, yang akhirnya mendapat angka tersebut. Contoh sepertiterlihat di gambar di atas, untuk tar dan nikotin pada kretek rempah Cigarskruie, tertulis 0,92 mg Nikotin, 31 mg Tar. Berdasarkan informasi dari laboratorium PSMB Lembaga Tembakau Jember tersebut, angka itu bukan berasal dari tiap batang rokok/kretek, melainkan berasal dari 20 batang rokok/kretek. Semoga hal ini menjadikan kita semua lebih memahami, tahap demi tahap apakah nikotin dan tar tersebut. Tidak hanya memakan propaganda anti rokok begitu saja, tanpa memakai keilmuan dan akal anda. Salam sehat dan sejahtera. (ckmedia)

0 komentar:

Post a Comment